Agen Sosialisasi, Tujuan Sosialisasi, dan Fungsi Sosialisasi

By | 12 February 2017

agen sosialisasi
Pengertian agen soialisasi adalah pihak-pihak yang melakukan atau melaksanakan kegiatan sosialisasi. Tujuan sosialisasi adalah tujuan-tujuan yang diharapkan melalui kegiatan sosialisasi tersebut. Fungsi sosialisasi terdiri atas 2 fungsi utama dalam kegiatan sosialisasi ini. Agen sosialisasi ini berkaitan pesan-pesan yang disampaikan dari agen sosialisasi ini berlainan atau tidak selamanya sejalan antara agen sosialisasi satu dengan yang lainnya. Pada proses sosialisasi akan berjalan dengan baik jika pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi tersebut saling mendukung atau tidak bertentangan sama dengan yang lain.

Menurut seorang alhi (Tischler) yang disebut dengan agen dalam proses sosialisasi adalah sebagai berikut:

1.Keluarga

        Lingkungan keluarga merupakan salah satu tempat pertama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dalam proses sosialisasi. Keluarga juga merupakan dasar utama dalam pembentukan struktur sosial yang lebih luas. Agen sosialisasi dalam lingkungan keluarga meliputi ayah, ibu, saudara kandung, saudara angkat yang belum menikah yang tinggal bersama dalam sebuah rumah. Dalam lingkungan keluarga diperkenalkan tentang nilai gender misal: anak laki-laki membantu ayahnya dalam membetulkan kran yang bocor dan anak perempuan membantu ibu mencuci baju. Berbeda halnya dengan lingkungan masyarakat yang menganut pada sistem kekerabatan. Kekerabatan ini diperluas karena meliputi keluarga yang lainnya, misal kakek, nenek, paman, bibi (di luar keluarga inti). Di lingkungan masyarakat perkotaan yang sudah cukup padat penduduknya, proses sosialisasi ini dilakukan oleh orang-orang yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak, misal dengan pengasuh bayi (baby sitter).

         Menurut Gertrudge Jaeger peranan agen sosialisasi dalam lingkungan keluarga ini berperan sangat penting karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.

Fungsi keluarga dalam proses sosialisasi

Menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008), keluarga mempunyai fungsi sebagai berikut:

a.Fungsi Afektif

Merupakan fungsi internal dalam lingkungan keluarga sebagai dasar kekuatan. Di dalamnya terkait dengan sikap saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota keluarga.

b.Fungsi Sosialisasi

Merupakan fungsi yang berkaitan untuk mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Proses sosialisasi ini dimulai sejak lahir dan dimulai dari lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi.

c.Fungsi Reproduksi

Fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.

d.Fungsi Ekonomi

Fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya, misalnya kebutuhan sandang, pangan dan papan.

e.Fungsi Perawatan Kesehatan

Fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

2.Teman Pergaulan

       Teman sebaya merupakan teman bermain bagi seorang anak. Teman sepergaulan ini pertama kali didapatkan seorang anak ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Teman bermain dimaksudkan adalah kelompok yang bersifat rekreatif, tetapi memberikan pengaruh yang cukup penting dalam proses sosialisasi setelah lingkungan keluarga. Pengaruh teman bermain ini terjadi pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu untuk membentuk karakternya. Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan yang tidak sederajat antara individu satu dengan yang lainnya (adanya perbedaan usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain (teman pergaulan) ini dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan individu tersebut. Oleh karena itu, dalam lingkungan kelompok bermain, anak dapat mempelajari tentang peraturan yang mengatur tentang peran orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai yang berkaitan dengan keadilan.

3. Lembaga Pendidikan Formal (Sekolah)

          Dalam lembaga pendidikan formal anak akan melakukan proses sosialisasi yang lebih kompleks. Dalam konteks ini, mereka belajar tentang perspektif yang lebih luas tentang segala hal yang membantu mereka untuk menjalankan peran yang ada di luar keluarga dan teman pergaulan. Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal, seseorang individu akan belajar untuk membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Dalam lingkungan sekolah ini, seorang individu akan besosialisasi dengan guru, siswa lainnya, dan warga sekolah lainnya. Dalam lembaga pendidikan formal ini, individu atau seseorang akan mempelajari tentang membaca, menulis, berhitung, aspek-aspek lain meliputi peratura-peraturan yang ada di sekolahnya. Faktor pendorong suksesnya sosialisasi di sekolah juga didukung oleh lingkungan lainnya, misal lingkungan keluarga. Di lingkungan rumah, individu (seorang anak) akan dibantu oleh orang tuanya dalam mengerjakan tugas sekolah. Peran orang tua sangat efektif di sini untuk membantu membentuk karakter anaknya.
Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.

4. Media Massa

        Media massa merupakan salah satu agen sosialisasi. Yang termasuk pada kelompok ini adalah media cetak (seperti koran, majalah, tabloid, dan surat kabar), dan media elektronik (seperti TV, internet, radio, video, dan film). Pada zaman sekarang, peran media cukup mudah diakses oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu, harus dapat memilih dan memilah informasi yang berimbang atau informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan isinya. Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas pesan yang ingin disampaikan oleh media tersebut. Salah satu media elektronik yang beredar pesat di pasaran adalah televisi. Televisi adalah salah satu contoh media massa yang berperan sangat penting dalam sosialisasi. Dengan kehadiran televisi dalam keluarga atau suatu masyarakat merupakan faktor pendukung dan juga dapat menjadi faktor penghambat dalam lingkungan keluarga dalam menjalankan suatu fungsinya yakni mensosialisasikan nilai-nilai yang baik bagi anak. Sebagai contoh penayangan acara Sinetron di televisi diyakini dapat menyebabkan menurunkan semangat belajar anak-anak. Selain itu, produk iklan tertentu yang dapat meningkatkan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat pada umumnya.

Tujuan Sosialisasi

1. Memberikan keterampilan bagi seseorang atau individu untuk dapat hidup dalam masyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan sesorang dalam berkomunikasi secara efektif.
3. Mengembangkan fungsi-fungsi organik dari seseorang individu melalui introspeksi yang tepat.
4. Menanamkan nilai-nilai atau pendidikan karakter kepada seseorang individu.

Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosialisasi ini sebagai suatu proses sosialisasi dalam lingkungan masyarakat mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagai berikut:

Ditinjau dari kepentingan yang dimiliki seseorang

Sosialisasi mempunyai fungsi sebagai pengenal identitas budaya dan nilai, agar seseorang dapat mengakui, mempelajari, mengenal serta menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya serta peraturan sosial yang ada pada suatu kelompok masyarakat tertentu.

Ditinjau dari kepentingan yang dimiliki masyrakat
Sosialisasai mempunyai fungsi sebagai alat untuk melestarikan norma, nilai serta budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *