Faktor Pembentuk Kepribadian Seseorang atau Individu

By | 4 February 2017

      Perkembangan kepribadian merupakan proses perkembangan individu atau seseorang di dalam dirinya. Kepribadian yang dimiliki oleh seseorang saling berkaitan atau tidak dapat dipisahkan dengan sosialisasi. Pengertian kepribadian dan pengertian sosialisasi memiliki pengertian masing-masing. Faktor pembentuk kepribadian seseorang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang dalam membentuk kepribadiannya. Manusia pada dasarnya selalu tumbuh dan berkembang. Proses perkembangan ini senantiasa membentuk karakter seseorang atau menjadi sebuah kepribadian seseorang. Kepribadian ini terbentuk dari beberapa faktor, baik faktor intern dan faktor ekstern. Misal yang berasal dari intern adalah perasaan individu tersebut. Alam sadar manusia mengandung banyak perasaan yaitu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai positif atau negatif. Perasaan ini bersifat subjektif dalam diri manusia dan mampu menimbulkan perilaku tertentu. Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang berasal dari luar individu tersebut.

Kepribadian merupakan sifat yang dapat diukur dalam diri seseorang. Kepribadian ini dipengaruhi oleh faktor biologis, sosiologis, dan psikologis yang mendasari perilaku individu tersebut. Kepribadian individu meliputi kebiasaan atau sikap seseorang dalam bermasyarakat. Sifat yang khas ini akan berkembang dalam diri seseorang. Kepribadian juga terbentuk oleh naluri yang merupakan perasaan dari dalam diri individu atau seseorang yang ditimbulkan bukan dipengaruhi pengetahuannya, melainkan sudah terkandung dalam gennya. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang merupakan satu unsur kepribadian yang mengisi akal pikiran seseorang yang sadar dan merupakan hasil dari pengalaman indranya atau reseptor terhadap lingkungan sekitar. Dengan pengetahuan dan kemampuan akal yang dimiliki oleh seseorang, manusia menjadi mampu membentuk konsep-konsep, persepsi, ide-ide, dan gagasan-gagasan melalui pikirannya. Untuk mengetahui mengenai kepribadian lebih lanjut, maka kita wajib tahu apa saja faktor-faktor pembentuk kepribadian.

faktor pembentuk kepribadian

      Faktor pembentuk kepribadian dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu warisan biologis, warisan lingkungan alam, warisan sosial, pengalaman kelompok manusia, dan pengalaman unik. Berikut penjelasannya secara lengkap.

1. Warisan Biologis (Heredity)

Warisan biologis merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kehidupan manusia. Setiap manusia mempunyai warisan biologis yang unik, setiap orang atau individu mempunyai sifat yang berbeda dengan orang lain. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mempunyai karakteristik fisik yang sama persis dengan orang lain, bahkan anak kembar sekalipun. Faktor biologis ini berpengaruh terhadap sifat yang dimiliki individu seperti keramah-tamahan, perilaku kompulsif (terpaksa dilakukan), dan kemudahan dalam membentuk kepemimpinan, pengendalian diri, dorongan hati, sikap, dan minat. Warisan biologis yang terpenting terletak pada perbedaan dalam hal intelegensi dan kematangan secara biologis. Keadaan ini membawa pengaruh dalam kepribadian seseorang. Banyak ilmuwan yang berpendapat bahwa perkembangan potensi warisan biologis ini dipengaruhi oleh pengalaman sosial seseorang. Bakat memerlukan anjuran, pengajaran, dan latihan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan bersama dalam bermasyarakat.

2. Warisan Lingkungan Alam (Natural Environment)

Adanya perbedaan iklim, tipografi wilayah, dan sumber daya alam ini menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Pola perilaku masyarakat dan kebudayaannyapun dipengaruhi oleh alam melalui penyesuaian diri. Misal orang yang hidup di daerah pantai sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Berbeda halnya dengan orang yang tinggal pada daerah pertanian maka sebagian besar masyarakat akan berprofesi sebagai petani. Selain itu, sikap yang dimiliki oleh orang yang tinggal di daerah pantai juga akan berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pertanian. Masyarakat yang tinggal di daerah pantai cenderung memiliki nada bicara yang lebih keras daripada masyarakat yang tinggal di daerah pertanian. Hal ini disebabkan oleh faktor tertentu, misal debur suara ombak yang diharuskan mereka harus berbicara dengan nada yang keras. Hal tersebut akan membawa mereka dalam kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari dan akan menjadi kepribadiannya.

3. Warisan Sosial (Social Heritage) atau Kebudayaan

Antara manusia, alam, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Manusia berusaha untuk mengubah alam agar sesuai dengan kebudayaannya guna memenuhi kebutuhan hidup. Misal manusia akan membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian atau dijadikan sebagai lokasi perumahan. Sementara itu kebudayaan akan memberikan dampak yang besar dalam memberikan warna kepribadian bagi anggota masyarakat tersebut.

4. Pengalaman Kelompok Manusia (Group Experiences)

Kehidupan manusia akan dipengaruhi oleh kelompoknya. Pengalaman yang dimiliki oelh kelompok manusia secara sadar atau tidak telah memengaruhi pengalaman bagi para anggotanya sehingga para anggotanya menyesuaikan diri terhadap kelompoknya. Setiap kelompok mewariskan pengalaman khas yang tidak dialami oleh kelompok lain kepada anggotanya, sehingga timbullah kepribadian khas dari anggota masyarakat tersebut.

5. Pengalaman Unik (Unique Experience)

Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan orang lain. Walaupun orang tersebut berasal dari keluarga yang sama, dibesarkan dalam kebudayaan yang sama, serta mempunyai lingkungan fisik yang sama pula pasti akan mempunyai pengalaman yang berbeda. Pengalaman setiap orang adalah bersifat unik dan tidak ada pengalaman siapapun yang secara sempurna menyamainya. Dari pengalaman yang telah dilaluinya maka akan memberikan daya ingat terhadap jalan pikiran dan akan membentuk sebuah kepribadian. Menurut Paul B. Horton, pengalaman tidaklah sekedar bertambah dalam memberikan warna bagi seseorang, akan tetapi pengalaman tersebut menyatu dalam daya ingatnya. Pengalaman yang telah dilewati memberikan warna tersendiri bagi setiap orang dalam membentuk kepribadian dan menyatu dalam kepribadian itu, setelah itu baru hadir pengalaman berikutnya.

       Selain kelima faktor pembentuk kepribadian yang telah kita bahas di atas, F.G. Robbins dalam Sumadi Suryabrata (2003), mengemukakan ada lima faktor yang menjadi dasar kepribadian, yaitu sifat dasar, lingkungan prenatal, perbedaan individual, lingkungan, dan motivasi. Berikut penjelasannya.

a. Sifat Dasar

Sifat dasar adalah keseluruhan potensi yang dimiliki oleh seseorang yang diwarisi dari ayah dan ibunya. Dalam hal ini, Robbins lebih menekankan pada sifat biologis yang merupakan salah satu hal yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

b. Lingkungan Prenatal

Lingkungan prenatal adalah lingkungan dalam kandungan ibu. Pada periode ini, individu akan mendapatkan pengaruh secara tidak langsung dari seorang ibu. Maka dari itu, kondisi ibu sangat menentukan kondisi bayi yang ada dalam kandungannya, baik secara fisik maupun secara psikis. Banyak peristiwa yang terjadi telah membuktikan bahwa seorang ibu yang pada waktu mengandung mengalami tekanan psikis, biasanya pada saat proses kelahiran bayi tersebut akan ada gangguan atau dapat dikatakan tidak normal.

c. Perbedaan Individual

Perbedaan individu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses sosialisasi sejak lahir. Seorang anak akan tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik, berbeda dengan individu lainnya, dan bersikap selektif terhadap pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya.

d. Lingkungan

Lingkungan merupakan segala kondisi yang ada di sekeliling individu yang memengaruhi proses sosialisasinya. Proses sosialisasi individu tersebut akan berpengaruh pada kepribadiannya. Lingkungan dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi individu dalam membentuk kepribadiannya.

e. Motivasi

Motivasi merupakan suatu dorongan-dorongan, baik yang berasal dari dalam individu maupun luar individu. Adanya motivasi ini dapat menggerakkan individu untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Dorongan inilah yang akan membentuk kepribadian individu yang kuat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

2 thoughts on “Faktor Pembentuk Kepribadian Seseorang atau Individu

    1. Yulianto Post author

      Sama-sama. Terima kasih sudah berkunjung.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *