Masalah Pokok Ekonomi Modern dan Klasik

By | 12 February 2017

masalah pokok ekonomi modern

Masalah Pokok Ekonomi Modern sebagai dasar yang harus dihadapi oleh pelaku ekonomi dalam lingkungan perekonomian suatu negara. Ilmu Ekonomi sebagai salah satu ilmu yang membahas tentang pola kehidupan masyarakat sehingga harus mampu menghadapi segala permasalahan ekonomi yang ada. Masalah ekonomi ini muncul sebagai salah satu akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas atas barang dan jasa  dibandingkan dengan kemampuan faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terbatas. Oleh karena itu, manusia diharapkan mampu membuat suatu perencanaan yang tepat sehingga mereka dapat memperoleh kesejahteraan dalam menggunakan faktor produksi yang ada.

 

A.Masalah Pokok Ekonomi Modern meliputi

1.Apa barang yang diproduksi

Masalah ini berkaitan dengan tentang persoalan jenis dan jumlah barang dan jasa yang dibutuhkan untuk diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Apakah bahan baku sesuai dengan selera masyarakat?

Apakah yang dibutuhkan oleh masyarakat?

Berapa jumlah barang tersebut untuk diproduksi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat?

 2.Bagaimana barang tersebut diproduksi

Bagaimana barang tersebut diproduksi?

Siapa yang memproduksi barang tersebut?

Sumber daya apa yang digunakan untuk memproduksi barang tersebut ?

Teknologi apa yang digunakan untuk memproduksi barang tersebut?

3.Untuk siapa barang diproduksi.

Untuk siapa barang atau jasa yang akan diproduksi?

Baca juga: Pengertian Sistem Ekonomi dan Ciri Sistem Ekonomi

B.Masalah Ekonomi Klasik meliputi

1.Produksi

Produksi merupakan sebuah kegiatan untuk menghasilkan atau menciptakan nilai guna terhadap suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut sebagai produsen. Barang dan jasa yang dihasilkan melalui kegiatan produksi disebut dengan produk. Istilah produksi ini berasal dari bahasa inggris yaitu to produce yang berarti menghasilkan. Dalam arti ekonomi, produksi merupakan kegiatan yang berkaitan mengenai penciptaan atau penambahan terhadap suatu barang dan jasa. Berdasarkan pengertian produksi di atas terdapat dua konsep mengenai kegiatan produksi yaitu:

Kegiatan menghasilkan barang dan jasa

Menghasilkan suatu barang dan jasa yang belum ada sehingga bertambah jumlahnya atau memperbesar ukurannya. Contohnya adalah usaha pertanian, usaha peternakan dan usaha perikanan.

Kegiatan menambah nilai guna barang dan jasa

Kegiatan yang menambah nilai guna suatu barang dan jasa sehingga barang dan jasa menjadi lebih tinggi. Contohnya adalah tahu yang dibuat dari bahan baku kedelai dan pakaian yang dibuat dari bahan baku kain.

Faktor-Faktor Produksi

Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi terhadap suatu barang dan jasa. Faktor-faktor produksi terdiri dari faktor produksi alam (natural resources), faktor produksi tenaga kerja (labor), faktor produksi modal (capital), dan faktor produksi keahlian (skill). Faktor-faktor produksi alam dan faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi utama atau asli, sedangkan faktor produksi modal dan faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi turunan.

Faktor Produksi Alam

Semua sumber daya alam yang ada di alam semesta dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor produksi alam terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari, dan barang tambang.

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor produksi manusia yang secara langsung atau tidak langsung dapat menjalankan suatu proses produksi. Meskipun sekarang banyak kegiatan proses produksi yang banyak menggunakan mesin, namun keberadaan manusia masih tetap wajib dibutuhkan dalam proses produksi.

Faktor Produksi Modal

Faktor penunjang yang digunakan untuk mempercepat dan menambah kemampuan dalam kegiatan atau proses produksi. Faktor produksi dapat terdiri atas mesin, sarana pengangkutan (truck, kapal laut), bangunan, dan lainnya .

Faktor Produksi Keahlian

adalah keahlian atau keterampilan yang dimiliki oleh individu dalam mengkordinasikan dan mengelola faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

 

2.Konsumsi

Konsumsi merupakan usaha manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan barang atau kebutuhan jasa. Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan manusia untuk menggunakan barang atau jasa secara berangsur-berangsur atau sekaligus habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Misalnya membeli makanan karena lapar.

Ciri-ciri Kegiatan konsumsi

  1. Barang yang digunakan merupakan barang konsumsi.
  2. Ditujukan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
  3. Barang yang digunakan akan habis atau berkurang.

Tujuan Kegiatan Konsumsi

  1. Mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap.
  2. Menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa sekaligus.
  3. Memuaskan kebutuhan manusia secara fisik.
  4. Memuaskan kebutuhan secara rohani.

 

3.Distribusi

Distribusi adalah kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dibuat oleh produsen yang ditujukan kepada konsumen agar barang dan jasa tersebut tersebar luas dan dapat digunakan secara tepat guna. Kegiatan distribusi sebagai sarana penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Pelaku yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Barang yang dihasilkan oleh produsen untuk sampai ke konsumen harus melewati distributor. Dalam perekonomian modern sekarang ini, kegiatan distribusi memegang peranan yang sangat penting. Adanya perkembangan teknologi transportasi yang mengharuskan hubungan antarbangsa menjadi lebih dekat untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan warga negaranya. Hal ini menjadikan peranan distribusi ini semakin penting karena barang yang ada di dalam negeri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya saja tetapi juga konsumen yang ada di luar negeri.

Tujuan Distribusi

Tujuan kegiatan distribusi ini dapat dilakukan oleh individu atau lembaga, tujuannya adalah sebagai berikut.

1.Kelangsungan kegiatan produksi dapat terjamin.

Produsen yang membuat dan menghasilkan barang dan jasa untuk dijual kepada konsumen. Produsen akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan yang digunakan untuk proses produksi selanjutnya, di mana keuntungan tersebut dari distributor.

2.Barang dan jasa dari hasil produksi dapat bermanfaat bagi konsumen.

Barang dan jasa produksi tidak akan bermanfaat jika hanya berada di tempat produsen. Barang dan jasa dapat bermanfaat bagi konsumen jika ada kegiatan distribusi.

3.Konsumen memperoleh barang dan jasa dengan mudah.

Tidak semua barang dan jasa dapat dibeli langsung konsumen dari produsen di mana hal tersebut membutuhkan distributor dari produsen ke konsumen.

One thought on “Masalah Pokok Ekonomi Modern dan Klasik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *