Pendapatan Nasional dan Konsepnya

By | 23 February 2017

pendapatan nasional

Pengertian pendapatan nasional adalah penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sektor ekonomi masyarakat dalam suatu negara dalam periode satu tahun. Pendapatan nasional berkaitan dengan konsep pendapatan nasional. Pendapatan nasional juga diartikan sebagai produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam kurun waktu tertentu atau biasanya satu tahun.

A.Konsep Pendapatan Nasional

1. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah negara atau domestik selama satu periode atau satu tahun.
Dalam perhitungan Gross Domestic Product ini, termasuk juga di dalamnya barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau pun instansi asing yang terkait apabila wilayahnya masih dalam wilayah suatu negara atau domestik tersebut. Misalnya seperti perusahaan Y dari Jepang, yang mempunyai cabang di Indonesia, hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk kedalam Gross Domestic Product. Barang yang dihasilkan adalah termasuk modal yang belum diperhitungkan, makanya bersifat bruto atau kotor. Rumusnya adalah sebagai berikut:

GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN

2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan suatu nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan di luar negeri. Misalnya seperti seseorang pria yang berasal dari Indonesia yang menjual pakaian ke Singapura, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam Gross National Product. Rumusnya adalah sebagai berikut:

GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

3. Produk Nasional Netto (NNP)

Penyusutan adalah penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi. Umumnya penyusutan ini bersifat taksiran atau prakiraan sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil. Rumusnya adalah sebagai berikut:

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

4. Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan suatu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dan lainnya. Rumusnya adalah sebagai berikut:

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income) merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat , temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apa pun. Misalnya gaji seorang pegawai negeri sipil (PNS), maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara berantai. Transfer Payment merupakan penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya. Rumusnya adalah sebagai berikut:

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

6. Pendapatan yang siap dibelanjakan

Disposible Income merupakan pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli suatu barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
Pajak langsung merupakan pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

DI = PI – Pajak Langsung

Baca juga: Masalah Ekonomi Modern dan Klasik

B.Perhitungan Pendapatan Nasional

1. Metode Produksi

Pedapatan nasional adalah penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sektor ekonomi baik masyarakat di dalam negeri ataupun dari luar negeri dalam periode tertentu. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) …]

2. Metode Pendapatan

Pendapatan nasional merupakan hasil dari seluruh penerimaan yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu negara selama satu periode. Rumus yang dapat dipakai adalah:

Y = r + w + i + p

(rent, wage, interest, profit)

3. Metode Pengeluaran

Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi suatu negara selama satu tahun. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Y = C + I + G (X – M)

C.Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional

1. Menilai perkembangan ekonomi negara dalam satu periode tertentu

Peranan suatu pemimpin merupakan salah satu penggerak ekonomi bangsa. Selain itu, setiap pemimpin pasti mempunyai arah kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi suatu negaranya. Adanya perhitungan pendapatan nasional ini untuk mengetahui kelemahan atau kesalahan yang pernah terjadi dari sisi ekonomi untuk dikoreksi di masa kepemimpinan selanjutnya.

2. Menilai prestasi ekonomi suatu negara

Pendapatan nasional menjadi semacam tolak ukur mengenai kesuksesan dan kemakmuran suatu bangsa. Salah satu hal yang menjadi penghargaan adalah ketika pendapatan nasional suatu negara itu tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

3. Menerangkan struktur perekonomian negara

Jenis-jenis pendapatan nasional dapat menjadi sebuah tolak ukur untuk mengetahui di mana ada kelemahan perekonomian yang perlu dievaluasi sehingga kelemahan tersebut dapat diperbaiki di periode selanjutnya. Hal ini dapat dinyatakan bahwa persentase mengenai pendapatan nasional berdasarkan jenis pendapatan (income) atau pun produksi (product)

4. Mengetahui pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita

Menghitung pendapatan nasional merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian suatu negara. Hal ini dapat menjadi evaluasi terhadap perekonomian negara agar perekonomian mengalami peningkatan setiap tahunnya.

5. Membantu merumuskan kebijakan pemerintah

Dengan melihat pendapatan nasional yang ada pada suatu negara, maka pemerintah dapat menentukan arah kebijakan pada periode selanjutnya. Pendapatan nasional ini juga dapat dijadikan sebagai rambu-rambu bagi pemerintah untuk menentukan kebijakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *