Pengertian Koperasi, Asas, Prinsip, Tujuan, Jenis, Fungsi dan SHU dalam Koperasi

By | 6 February 2017

pengertian koperasi

Koperasi adalah sebuah badan usaha yang mempunyai sejumlah  anggota dan setiap anggotanya memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebuah koperasi mempunyai prinsip koperasi dan berdasarkan pada sistem ekonomi kerakyatan sesuai dengan asas kekeluargaan yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992.

 

A.Asas Koperasi

Asas koperasi di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya adalah berdasarkan asas kekeluargaan dan asas gotong royong.

1.Asas Kekeluargaan

Asas kekeluargaan mengandung makna adanya kesadaran dari dalam hati nurani setiap anggota koperasi untuk mengerjakan dan melaksanakan segala sesuatu guna untuk semua anggota dan dari semua anggota koperasi tersebut. Tugas yang dibebankannya bukan hanya untuk diri sendiri ataupun beberapa anggota saja, tetapi mencakup semua anggota dan untuk kepentingan kelompoknya. Dengan asas yang bersifat kekeluargaan maka semua anggota akan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

2.Asas Gotong Royong

Asas gotong royong mengandung arti bahwa dalam menjalankan sebuah koperasi harus dilandasi dengan sifat toleransi, sifat ingin bekerja sama, dan sifat – sifat lainnya yang mengandung unsur kerja sama guna memajukan koperasi tersebut.

 

B.Prinsip Koperasi

Prinsip koperasi yang ada di Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 1992 Pasal 5 yang masih berlaku sampai saat ini di Indonesia. Prinsip koperasi sebagai berikut :

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
  3. Pemberian balas jasa terhadap modal terbatas.
  4. Kemandirian.
  5. Pendidikan perkoperasian.
  6. Kerjasama antar koperasi.
  7. Pembagian Sisa Hasil Usaha ( SHU ) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota.

 

C.Tujuan Koperasi

Koperasi mempunyai tujuan di mana tujuan tersebut dititikberatkan pada kepentingan para anggota. Berikut ini adalah tujuan koperasi:

  1. Bagi produsen, ada keinginan untuk menawarkan barang atau jasa dengan harga yang cukup tinggi.
  2. Bagi konsumen, ada keinginan untuk memperoleh barang atau jasa dengan harga yang lebih rendah.
  3. Bagi usaha kecil, ada keinginan untuk mendapatkan modal usaha yang rendah dan mengadakan usaha secara

 

D.Jenis koperasi

Koperasi dibedakan atas dasar tujuan dan bentuknya, ada 3 jenis koperasi yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:

1.Koperasi konsumsi

Koperasi konsumsi mempunyai tujuan untuk menyediakan kepada anggotanya dari barang-barang konsumsi dengan harga yang rendah tetapi dengan kualitas yang cukup baik. Laba yang diperoleh dari kegiatan penjualan (sisa hasil usaha) dibagikan kepada anggotanya menurut perbandingan jumlah pembelian di setiap anggota. Contoh koperasi konsumsi adalah KPRI.

2.Koperasi produksi

Koperasi produksi merupakan salah satu jenis koperasi yang bertujuan untuk menghasilkan barang yang akan diolah dan akan diurus bersama anggota kelompok koperasi tersebut. Koperasi jenis produksi contohnya adalah koperasi sale pisang.

3.Koperasi simpan pinjam

Koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit adalah koperasi yang bertujuan untuk menyediakan uang (dana) kepada para anggotanya untuk memenuhi kebutuhan para anggota tersebut. Banyak koperasi simpan pinjam yang cukup berkembang di Indonesia. Koperasi simpan pinjam ini memang sesuai dengan sistem yang ada di Indonesia dan sesuai dengan karakter orang yang ada di Indonesia.

 

E.Fungsi koperasi

Fungsi koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia sudah ditetapkan melalui undang-undang. Koperasi adalah suatu badan usaha yang berguna untuk mensejahterakan rakyat, sebagai landasan dasar perkonomian bangsa, sebagai alat demokrasi nasional, dan sebagai sarana untuk memperkokoh perekonomian bangsa Indonesia. Fungsi koperasi seperti yang tertuang dalam pasal 4 Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

 

F.Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha dalam koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan dengan kode (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu periode tertentu (biasanya satu tahun). Pembahasan mengenai SHU dalam koperasi jika ditinjau menurut Undang-Undang No.25 tahun 1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

  1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
  2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
  3. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  4. Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
  5. Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
  6. Semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

Dalam suatu proses penghitungannya, nilai SHU anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:

  1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
  2. Bagian (persentase) SHU anggota
  3. Total simpanan seluruh anggota
  4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
  5. Jumlah simpanan per anggota
  6. Omzet atau volume usaha per anggota
  7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
  8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *