Perusahaan dagang dan Ciri Perusahaan Dagang

By | 9 February 2017

perusahaan dagang

Pengertian perusahaan dagang adalah sebuah perusahaan yang dalam kegiatannya melakukan pembelian atas barang dagangan dan barang tersebut dijual kembali tanpa mengubah bentuknya dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Perusahaan dagang ini mencakup transaksi perusahaan dagang, bentuk hukum perusahaan dagang, ruang lingkup perusahaan dagang, ciri-ciri perusahaan dagang, daftar akun perusahaan dagang, dan syarat pembayaran perusahaan dagang. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama dari perusahaan dagang yaitu membeli dan menjual barang dagangan tanpa adanya kegiatan mengubah barang tersebut.

 

1.Kegiatan Perusahaan Dagang

Secara umum kegiatan perusahaan dagang ini meliputi beberapa aspek yaitu kegiatan pembelian, kegiatan pembayaran, kegiatan penjualan, dan penerimaan uang.

a.Pembelian

Kegiatan pembelian dalam perusahaan dagang mencakup kegiatan pembelian aktiva produktif, pembelian barang dagangan dan pembelian barang atau jasa lain dalam rangka kegiatan usaha yang dijalankannya. Pembelian tersebut dapat dilakukan secara kredit atau pun tunai. Pembelian yang dilakukan secara kredit berkaitan dengan pembiayaan utang yang biasanya dicatat dalam akun Utang Dagang.

b.Pembayaran

Kegiatan pembelian atas barang biasanya akan diikuti dengan pembayaran. Kapan pembelian barang tersebut harus dibayarkan tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan kedua belah pihak. Selain itu, pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain perusahaan, misalnya untuk mengembalikan pinjaman atau membagikan laba kepada pemilik modal.

c.Penjualan

Perusahaan dagang mempunyai akun yang digunakan untuk mencatat penjualan atas barang dagangan. Penjualan tersebut dapat dilakukan secara kredit atau pun tunai. Apabila penjualan dilakukan secara kredit, akan dicatat berupa piutang (dicatat dalam akun Piutang Dagang). Namun, biasanya ketika perusahaan menjual barang dagangan tersebut kepada konsumen, perusahaan akan menerima pengembalian barang atau memberikan potongan harga. Penerimaan kembali barang yang telah dijual disebut juga retur penjualan atau sales return, sedangkan pemberian potongan harga disebut juga dengan pengurangan harga sales allowances.

d.Penerimaan Uang

Penjualan akan diikuti dengan penerimaan uang. Penerimaan uang ini dari hasil penjualan dan tergantung pada syarat jual beli yang telah disepakati antara perusahaan dengan konsumen. Selain penerimaan uang dari kegiatan penjualan, perusahaan mungkin menerima uang dari sumber-sumber lain misalnya setoran dari pemilik modal, pinjaman dari kreditur dan lainnya.

 

2.Bentuk hukum perusahaan dagang

Beberapa bentuk perusahaan dagang adalah sebagai berikut

a.Perseroan Terbatas (PT)

Perusahaan terbatas atau sering disebut dengan PT. Perusahaan terbatas merupakan buatu bentuk perusahaan atau badan usaha yang modalnya terbagi atas saham-saham yang dimiliki oleh beberapa orang (pemegang saham). Tanggung jawab pemegang saham kepada perusahaan adalah sebatas modal yang disetorkan saja.

b.Commanditaire Verschop (CV)

Persekutuan Komanditer atau disebut juga dengan Commanditaire Verschop (CV). CV merupakan suatu perusahaan atau badan usaha yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang berkomitmen secara bersama untuk tanggung menanggung, bertanggung jawab secara seluruhnya, dengan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang (geldshieter), dan diatur dalam KUHD. Menurut hukum, CV dikategorikan sebagai perusahaan pribadi atau perseorangan, sehingga tanggung jawab pemilik atas perusahaan meliputi keseluruhan harta yang dimiliki oleh para pemilik CV tersebut.

c.Usaha Dagang (UD)

Perusahaan dagang atau usaha dagang merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya membeli, menyimpan dan menjual kembali barang dagang tanpa memberikan nilai tambah terhadapnya.. UD ini dapat dikategorikan sebagai perusahaan pribadi atau perseorangan, sehingga tanggung jawab pemilik juga meliputi keseluruhan harta yang dimiliki oleh pemilik perusahaan.

3.Karakteristik perusahaan dagang

Perusahaan dagang mempunyai beberapa karakteristik tersendiri. Untuk mengetahui karakteristik perusahaan dagang dapat dilihat pada ciri-ciri perusahaan dagang. Berikut ciri-ciri perusahaan dagang:

  1. Kegiatan usaha perusahaan dagang adalah melakukan kegiatan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi.
  2. Barang dagangan yang belum terjual pada akhir periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan atau merchandhise inventory, sedangkan yang akan dilaporkan di neraca sebagai asset lancar.
  3. Harga pokok barang yang dijual dihitung adalah nilai persediaan awal + pembelian bersih – persediaan akhir.
  4. Pendapatan pokok diperoleh dari hasil penjualan atas barang dagangan.
  5. Laba kotor diperoleh dari hasil penjualan bersih dikurangi dengan harga pokok barang yang dijual.

4.Ruang lingkup operasi perusahaan dagang

Perusahaan dagang mempunyai kegiatan utama yaitu membeli dan kemudian menjual barang dagangan kepada konsumen. Ruang lingkup perusahaan dagang dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a.Perusahaan dagang besar (grosir)

Merupakan perusahaan yang membeli barang dari pabrik dan menjual kepada perusahaan dagang pengecer.

b.Perusahaan dagang kecil (pengecer)

Merupakan perusahaan atau badan usaha yang membeli barang dari grosir kemudian dijual kepada konsumen (pelanggan perorangan) dengan harga eceran, misalnya toko baju, toko sepatu, swalayan, dan toserba.

5.Daftar akun perusahaan dagang

a.Transaksi Perusahaan Dagang

Ada beberapa transaksi yang ada di perusahaan dagang. Beberapa transaksi transaksi yang hanya terjadi di perusahaan dagang adalah:

  • Membeli barang dagang secara kredit.
  • Membeli barang dagang secara tunai.
  • Mengembalikan barang dagang.
  • Menerima potongan pembelian.
  • Membayar atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian.
  • Menjual barang dagang secara kredit.
  • Menjual barang dagang secara tunai.
  • Menerima kembali barang dagang yang telah dijual.
  • Memberi potongan penjualan.

b.Akun Perusahaan Dagang 

Dalam perusahaan dagang, akun-akun yang dijumpai antara lain:

  • Akun pembelian merupakan jenis akun yang digunakan untuk membeli barang dagangan (baik secara tunai atau secara kredit)
  • Akun penjualan merupakan jenis akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan (baik secara tunai atau secara kredit).
  • Akun retur pembelian dan pengurangan harga merupakan jenis akun yang digunakan mengembalikan sebagian atau beberapa barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak/cacat atau tidak sesuai dengan pesanan konsumen.
  • Akun retur penjualan dan pengurangan harga merupakan jenis akun yang digunkan untuk menerima kembali sebagian barang yang telah dijual dari pembeli karena rusak atau cacat atau tidak sesuai dengan pesanan konsumen.
  • Akun utang dagang merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat timbulnya utang dagang dan pelunasan atas kewajiban dari pembelian secara kredit.
  • Akun piutang dagang merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat timbulnya piutang dagang dan penerimaan pelunasan piutang atas penjualan yang dilakukan secara kredit.
  • Akun potongan pembelian merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat potongan yang telah diterima oleh pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.
  • Akun potongan penjualan merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat potongan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan.
  • Akun beban angkut pembelian merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat timbulnya beban angkut yang ditanggung oleh pembeli.
  • Akun beban angkut penjualan merupakan jenis akun yang digunakan untuk mencatat beban angkut untuk mengirim barang yang ditanggung oleh penjual.

6.Potongan Harga Perusahaan Dagang

Dalam transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli mempunyai beberapa kesepakatan. Kesepakatan ini biasanya berkaitan dengan adanya potongan harga yang diberikan oleh penjual. Pihak penjual ini sering memberikan potongan harga barang dagangannya yang telah ditetapkan atau sering disebut “rabat”. Dalam ilmu akuntansi, potongan harga ini tidak dicatat karena nilai transaksi yang diakui adalah jumlah akhir yang tercantum dalam faktur.

7.Syarat Penyerahan Barang Perusahaan Dagang

Syarat penyerahan barang merupakan hal-hal yang berkaitan dengan berpindahnya hak milik atas barang yang diperjualbelikan dan menyangkut ketentuan siapa yang harus menanggung biaya pengangkutan atas barang tersebut. Syarat-syarat penyerahan barang sebagai berikut:

1) Free on Board (f.o.b)

Pada syarat penyerahan barang secara fob ini, pembeli di luar negeri menanggung biaya atas pengiriman dari pelabuhan muat penjual sampai dengan pelabuhan penerima yang digunakan oleh pembeli. Misalnya penjual di dalam negeri (Indonesia) hanya menanggung biaya pengangkutan sampai dengan pelabuhan muatnya saja, kemudian biaya setelah di pelabuhan muat ditanggung oleh pembeli.

2) Loko Gudang

Pembeli menanggung biaya atas pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudangnya sendiri. Bagi penjual, barang telah dipindahkan ke truk milik pembeli untuk mengangkut barang tersebut, maka penjualan dapat diakui dan dicatat dalam pembukuan. Begitu pula bagi pembeli, pada saat itu, pembelian dapat diakui dan dicatat dalam pembukuan.

3) Franko Gudang

Penjual menanggung atas biaya pengiriman sampai ke gudang pembeli. Penjualan baru diakui bila barang telah sampai di gudang pembeli.

4) Cost Freight and Insurance (c.i.f)

Penjual harus menanggung biaya pengiriman atau pengangkutan dan asuransi kerugian atas barang tersebut.

#Catatan: syarat penyerahan barang f.o.b dan c.i.f ini berlaku untuk perdagangan luar negeri.

5) Cost and Freight (c & f)

Syarat penyerahan barang yang menyatakan semua biaya angkut sampai dengan tempat penyerahan barang menjadi tanggungan dari penjual.

6) Cost, Insurance Freight, Inclusive Commision (c.i.f.i.c)

Semua biaya pengangkutan atas barang, biaya premi, biaya asuransi, dan termasuk komisi menjadi tanggungan dari penjual.

7) Free At Quay (f.a.q)

Penjual menanggung atas semua ongkos-ongkos pengiriman barang sampai ke pelabuhan pembeli, termasuk ongkos bongkar dari kapal.

8) Free Along Side (f.a.s)

Penjual bertanggung jawab penuh atas biaya dan segala risiko pengiriman barang hanya sampai di samping kapal pembeli saja. Setelah itu, biaya dan risiko menjadi tanggung jawab dari pembeli.

8.Syarat Pembayaran Perusahaan Dagang

Pembeli dan penjual dapat menentukan syarat-syarat pembayaran sehingga terjadi kesepakatan harga atas kegiatan jual beli tersebut. Syarat pembayaran berkaitan dengan jangka waktu kredit dan besarnya jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh pembeli kepada penjual. Macam-macam syarat pembayaran dalam perdagangan barang sebagai berikut.

1) Tunai (Cash)

Pembayaran dilakukan setelah penyerahan barang terjadi, dan jumlah yang dibayar adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur.

2) Kredit

Pembayaran barang yang telah dibeli dapat dilakukan pembayarannya secara kredit dalam jangka waktu, misal 1 sampai 3 bulan. Beberapa syarat pembayaran dalam jual beli secara kredit sebagai berikut:

a) n/30

Pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah penyerahan barang dilakukan. Jumlah uang yang dibayarkan adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur.

b) EOM (end of month)

Pembayaran dilakukan paling lambat pada akhir bulan setelah penyerahan barang dilakukan dengan tidak memperoleh potongan.

c) 2/10, n/30

Pembayaran harus dilakukan paling lambat 30 hari setelah penyerahan barang dilakukan. Jumlah uang yang dibayarkan adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur. Namun, apabila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 10 hari sejak penyerahan barang, maka uang yang dibayarkan adalah jumlah akhir yang tertera dalam faktur dikurangi dengan potongan sebesar 2%.

d) n/10 EOM

Harga netto dari faktur harus dibayarkan oleh pembeli paling lambat 10 hari sesudah akhir bulan dengan tidak memperoleh potongan atas harga barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *