Proses Sosialisasi pada Seseorang

By | 27 February 2017

proses sosialisasi

Pengertian proses sosialisasi merupakan suatu rangkaian atau proses belajar yang bersifat cukup kompleks. Dengan adanya sosialisasi tersebut, seorang manusia sebagai makhluk sosial yang menjadikan manusia yang berbudaya, yang ahli dalam bidang tertentu dan menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok masyarakat.

Seorang bayi yang baru saja lahir merupakan suatu organisme yang sangat lemah dan tidak dapat hidup sendiri. Pemenuhan segala kebutuhan fisik dan batinnya bergantung kepada orang tuanya. Sejak saat itulah, dia mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menyerap berbagai hal hingga ia tumbuh menjadi dewasa, dan kehidupannya akan berakhir setelah dia meninggal dunia. Hal-hal yang diserap dalam kehidupan berkaitan dengan sikap, nilai-nilai, rasa suka dan tidak suka, rasa senang dan rasa sedih, keinginan dan tujuan hidup, cara berinteraksi terhadap lingkungan, dan pemahaman mengenai segala hal. Semua itu diperolehnya melalui proses yang disebut dengan sosialisasi.

Dalam proses sosialisasi ini, seseorang juga akan mengalami internalisasi nilai dan norma sosial tempat dia hidup. Oleh karena itu, di dalam dirinya akan terbentuk tentang kepribadiannya. Setiap orang akan mempelajari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Semua itu dibutuhkan untuk mendewasakan diri sebagai individu dan membentuk kepribadian individu tersebut. Dengan berbekal kedewasaan tersebut maka lahirlah pribadi yang nantinya akan menjadi seseorang yang akan dapat memegang peranan di masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi merupakan suatu proses penanaman kecakapan dan sikap yang dibutuhkan untuk dapat memainkan peran sosial di dalam lingkungan masyarakat. Di dalam diri pada setiap manusia, terdapat impuls-impuls (dorongan hati) untuk melakukan segala sesuatu hal.

Di sisi lain, lingkungan tempat ia tinggal atau berada mempunyai nilai dan norma yang berlaku yang mempunyai tujuan untuk mengarahkan perilaku individu tersebut. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan berusaha untuk menyesuaikan impuls-impuls tersebut dengan tekanan nilai dan norma yang mengikatnya. Bila potensi tingkah laku seseorang tidak bertentangan dengan nilai dan norma tersebut, maka ia akan berkembang lebih lanjut menjadi bagian dari kepribadiannya.

Baca Juga: Faktor Pembentuk Kepribadian

Tipe Sosialisasi

Sosialisasi Formal

Merupakan tipe sosialisasi yang terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan yang ada di sekolah dan pendidikan militer.

Sosialisasi Non Formal

merupakan tipe sosialisasi terdapat dalam masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, misalnya antara teman, sahabat, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam lingkungan masyarakat.

Pola Sosialisasi

Sosialisasi Represif

Sosialisasi represif (repressive socialization) menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri-ciri sosialisasi represif antara lain penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan, penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua, penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah, dan penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other.

Sosialisasi Partisipatoris

Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) merupakan pola sosialisasi di mana anak akan diberikan imbalan ketika berprilaku atau bersikap baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak akan diberikan kebebasan untuk memilihnya. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi yang bersifat lisan dan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak. Keluarga menjadi generalized other.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *