Tahap Sosialisasi dan Jenis Sosialisasi

By | 15 February 2017

tahap sosialsasi meniru

        Sosialisasi ini berkaitan dengan tahapan sosialisasi. Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer mengenai kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam masyarakat. Sosialisasi merupakan suatu interaksi sosial atau komunikasi yang terjadi antara seseorang atau individu dengan orang atau individu yang lain. Sejumlah sosiolog menjelaskan bahwa sosialisasi sebagai salah satu teori yang berkaitan dengan peranan (role theory) karena dalam proses sosialisasi ini diajarkan mengenai peran-peran yang harus dijalankan oleh seseorang atau individu.

      Pada hakikatnya, manusia adalah mahkluk sosial yang harus saling bersosialisasi atau berinteraksi dengan manusia lainnya. Tidak mungkin ada manusia yang dapat hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Sosialisasi ini sangat dibutuhkan bagi setiap manusia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sosialisasi, pada kesempatan ini akan dibahas mengenai tahapan-tahapan sosialisasi.

Tahapan Sosialisasi

1.Tahap Persiapan (Preparatory Stage)

Tahap persiapan ini dialami semenjak manusia dilahirkan ke dunia. Pada saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosial dengan lingkungannya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri sendiri. Pada tahapan ini, anak-anak juga mulai melakukan kegiatan atau aktivitas meniru meski tidak secara sempurna. Misal: seorang anak mengatakan “makan” yang diajarkan oleh ibunya. Kemudian anak tersebut yang masih mengucapkan “mam”. Makna kata yag diucapkan oleh anak tersebut juga belum dapat dipahami dengan tepat oleh anak. Seiring berjalannya waktu anak tersebut memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang sudah pernah dialaminya.

2.Tahap Meniru (Play Stage)

Pada tahap meniru ditandai dengan perkembangan anak atau semakin sempurnanya seorang anak menirukan beberapa peran yang dilakukan oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya. Pada tahapan ini, anak mulai terbentuk kesadaran tentang nama dirinya dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya yang berada di sekitar anak tersebut. Anak sudah mulai menyadari tentang apa yang dilakukan ibunya dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak tersebut. Kemampuan anak tersebut pada tahap ini mulai untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Kesadaran dirinya bahwa dunia sosial manusia yang terdiri atas banyak orang sudah mulai terbentuk. Sebagian dari orang yang ada di sekitar anak merupakan orang-orang yang dianggap cukup penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang tersebut sebagai orang-orang yang sangat berarti (Significant other).

3.Tahap Siap Bertindak (Game Stage)

Pada tahap meniru yang dilakukan oleh seorang anak akan mulai berkurang dan digantikan oleh peran secara langsung yang dimainkan oleh sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuan anak dalam menempatkan diri pada posisi orang lain sudah mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain dengan yang lainnya secara bersama. Seorang anak sudah mulai menyadari tentang adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini, seorang anak akan berinteraksi dengan orang lain semakin banyak dan hubunganya juga semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di lingkungan luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar lingkungan keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan hal tersebut, seorang anak akan mulai menyadari bahwa adanya norma tertentu yang berlaku di luar lingkungan keluarganya.

4.Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage)

Pada tahap penerimaan norma kolektif ini seseorang anak telah dianggap sebagai orang dewasa. Seorang anak sudah dapat menempatkan dirinya dalam posisi masyarakat secara lebih luas. Ia sudah dapat bertanggung jawab dan bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tetapi juga dengan masyarakat secara luas. Manusia yang sudah dewasa telah menyadari tentang pentingnya sebuah peraturan, kemampuan bekerja sama dengan orang lain sudah lebih baik.

Baca Juga: Agen Sosialisasi, Tujuan Sosialisasi, dan Fungsi Sosialisasi

Jenis Sosialisasi

1.Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah suatu jenis sosialisasi yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan bahawa sosialisasi primer ini sebagai salah satu sosialisasi pertama yang dijalani oleh individu pada masa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (dalam hal ini yaitu keluarga). Sosialisasi primer berlangsung pada saat anak berusia 1-5 tahun atau pada saat anak belum masuk sekolah. Seorang anak sudah mulai mengenal anggota keluarganya dan lingkungan dalam keluarganya. Secara bertahap, dia sudah mulai mampu membedakan antara dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang-orang terdekat dengan anak menjadi cukup penting karena seorang anak akan melakukan pola interaksi secara terbatas. Karakter kepribadian dari seorang anak akan sangat ditentukan oleh karakter kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya. Jadi dalam lingkungan keluarga ini, diharapkan seorang anak mendapatkan nilai-nilai kesopanan yang baik. Selain itu, seorang anak juga harus mendapatkan nilai-nilai agama agar pada proses sosialisasi selanjutnya dapat membentuk pribadi yang unggul.

2.Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder merupakan sosialisasi yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang akan diberikan sebuah identitas diri yang baru. Berbeda dengan dalam proses desosialisasi, seseorang akan mengalami ‘pencabutan’ identitas diri yang lama. Kedua proses sosialisasi tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup, dan diatur secara formal.

Incoming search terms:

tahap sosialisasi dan contohnya
tahap sosialisasi anak
tahap sosialisasi menurut george herbert mead
tahap sosialisasi dalam pembentukan kepribadian
tahap sosialisasi generalized other
tahap sosialisasi significant other
tahap sosialisasi dalam sosiologi
tahap sosialisasi atau pengenalan
tahap awal sosialisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *